« January 2008 | Main | March 2008 »

Wednesday, 27 February 2008

INDONESIA'S ABORTION VICTIMS

Ini versi Dan Nolan-rekan kerja gw bikin liputan soal Aborsi

http://english.aljazeera.net/NR/exeres/B496D460-EA0A-4AF1-A1B9-59E5C020F800.htm

Tulisan gw pribadi menyusul-SeMoga-:P

SelamaT Membaca...
*********************************************************************************************

Indonesia's abortion victims
By Dan Nolan in Jakarta

 

Most of the 14 children at the Sayap Ibu Foundation orphanage
were disabled through failed abortion


Despite tough anti-abortion laws in Indonesia, an estimated 1.3 million women have them each year, sometimes with painful consequences.

 

Most of them are done illegally - some by doctors, others by traditional healers using herbal remedies and vigorous massage - because abortion is only permitted to save a mother's life.


 

Survivors

 

Four-year-old Berti is an example of what can happen when an abortion is performed on the black market.

 

Doctors do not expect 4-year-old Berti
to see his 11th birthday
He survived the attempt, but got hydrocephalus – a condition causing spinal fluid to swell his brain.

 

It has made him deaf and blind and doctors say he will be lucky to see his 11th birthday.

 

Nurse Dumi says he has grown attached to her like she is his mother and cries when she takes holidays.

 

Trusti Moleyono of the Sayap Ibu Foundation says most of the 14 children living in its Jakarta orphanagewere disabled through failed abortions.

 

She says Berti's mother did not want to have a ninth child, but since her life was not at risk she could not get it done legally.

 

So she went to a traditional healer instead, who gave her a special massage.

 

It did not work - so the woman abandoned Berti after giving birth at the hospital.

Back alley clinics

Although abortion is illegal it is common knowledge in Jakarta that

that if you want one you should go to a particular street in the centre of the city.

Tough abortion laws

Not allowed in cases of rape or incest, or to preserve a woman's physical or mental health

 

Doctors face up to 15 years in prison if caught; the woman up to 4 years

 

Estimated 1.3 million abortions each year, says

Indonesia

's Planned Parenthood Association

 

Almost all are backstreet jobs done by doctors or traditional healers

If you fit the right profile, an agent for an abortion clinic will soon approach.

 

It is a secretive business and most of those involved were too scared to talk on camera.

 

But as darkness fell, Zef Tutupoly, an abortion agent, agreed to an interview – revealing the type of women he directs to one of the four abortion clinics nearby.

 

"Not just high school students but people with families; they have like five or six children and they don't want to continue with their pregnancy because of economical problems so they come here to have an abortion, because they're already screaming 'we can't feed our children anymore'," he says.

 

He says the cost varies depending on the stage of pregnancy and patient's economic circumstances but it can be as low as $100 or as high as $1000.

 

Deformed babies, dead mothers

 

Zef says the abortions are safe, but Dr Ramona Sari says many black market abortions are dangerous and result not only in deformed babies but also dead mothers.

 

Zef says some women are driven to abortion
by economic considerations
"Please try to understand, we as a woman sometimes we find unwanted pregnancies and we need to have safe abortion to save our lives," she says.

 

A director at the Indonesian health ministry says he hopes new laws will be introduced within a year to allow abortions for rape victims or to preserve a woman's mental or physical health.

 

But the amendments have already been under discussion for three years and there is no guarantee they will be passed in parliament.

 

Professor Agus Purwadianto of the health ministry says "the process of turning a bill into law is slow".

 

"Plus there is a conflict of interest between the conservative and modern ideas."

 

While the abortion debate goes on, it is being left to groups such as the Sayap Ibu Foundation to continue caring for some of the victims.

 

Source: Al Jazeera
                            

Sunday, 24 February 2008

ABORSI

Hello kawan

Dengan sedikit berat hati, spertinya gw mrasa terpanggil untuk menulis ini.
Malas sebenarnya, karena gw lebih suka bermain-main dengan logika di kepala kalian sendiri-sendiri.Meski belakangan beberapa kalian penasaran, bertanya-tanya.
Ada yang langsung ke gw..banyak yang lewat orang ketiga...hahaha...

Sungguh lumrah. Awalnya gw ingin mengabaikan ini. Tapi mungkin kalian terlalu takut untuk bertanya langsung karena mungkin berpikir hal ini terlalu sensitif.
Hey...santai saja lah..gw akan dengan senang hati menjawabnya sperti yang sudah gw lakukan dengan sgelintir dari kalian.

Akhirnya, saya putuskan untuk menulis ini.
Bukan klarifikasi sbenarnya. Cuma mau berbagi.
Sudah lama ada di kepala, tapi tak cukup luang untuk menuangkannya.
Baru saja kembali dari perjalanan luar kota yang melelahkan, menyenangkan & masih meninggalkan memar-memar dan nyeri :)

Intinya gw cuma mau bilang Gw Ngga ABORSI.
Soal gw menulis itu Horrify abortion di shout out...
itu semata didorong opini gw pribadi soal praktik aborsi yang tengah gw pelajari
demi liputan soal aborsi di Indonesia yang disiarkan TV Aljazeera English Januari 2008 lalu.

Gila...kepala gw dicekoki smua informasi(yah ngga smua kali) soal aborsi.
Bagaimana itu dilakukan kepada janin-janin dengan usia yang berbeda.
Caranya memang berbeda-beda. Buat gw...sangat menakutkan.
SEmakin tua usia kandungan, caranya semakin ekstrim.
Janin dihancurkan di dlm rahim, lalu dikeluarkan sudah dalam bentuk hancur nyaris berkeping-keping atau berbentuk potongan-potongan organ.
Ugh...NGERI...meski gw cuma lihat itu lewat gambar-gambar foto dalam sjumlah artikel yang saya temukan.

Pikiran & perasaan ini jadi jauh lebih NGERI, ketika akhirnya di suatu siang gw harus menyamar sbagai perempuan yang hendak mengaborsi kandungan gw di Klinik di Jalan Raden Saleh. Wuih...asistennya bilang prosesnya cukup 15 menit saja dan uang 1-4 juta rupiah. Gw ketemu 2 perempuan cantik kaum sosialita paruh baya di klinik yang sama, hendak meminta pertolongan.

Lalu ada temuan gw yang lain soal rawan dan beresikonya aborsi spontan. Pilihan yang harus diambil ketika perempuan hamil keguguran. Seaman-amannya operasi aborsi spontan ini, bisa sangat beresiko bagi kehamilan selanjutnya, juga kesehatan si perempuan.

Bow..otomatis di kepala gw berpikir betapa rentannya jadi perempuan.
Tanggung jawab yang LUAR BIASA !

So...saran gw buat kalian, kalau pilihan Aborsi adalah final, Pastikan itu Benar-BEnar FINAL, Sadar dengan sEgala REsikonya & dilakukan oleh AHLINYA !
Jujur, kalau gw di posisi sulit dan mungkin berpikir Aborsi sebagai Jalan Pintas,
gw pilih untuk membuatnya Lahir ke Dunia.
Tapi, gw sangat memahami semua perempuan yang mengambil Pilihan Aborsi dengan kesadaran penuh.

Yang gw tau, kbanyakan kasus Aborsi dilakukan dengan alasan ekonomi sosial.
Ada alasan karena masih bersekolah atau malu karena sudah terlalu berumur untuk punya anak lagi. Atau yang paling umum terlalu banyak punya anak, tak sanggup menghidupi satu anak lagi lalu mengaborsinya.

Nah, alasan terakhir ini lah yang dilematis.
Aborsi masih ilegal. Sementara perempuan tak punya pilihan selain mengaborsi.
Banyak kasus, berakhir pada keputusan mengaborsi sendiri. Minum pil khusus atau membuat ramuan aborsi atau pergi ke dukun dan mendapat pijat khusus aborsi.
Yang terjadi, adalah janin cacat, terlahir dengan hydrocephalus.
Dan ini yang terjadi pada Berti. Bocah malang yang gw temui tergolek di kasur dengan ukuran kepala yang cukup besar. Menurut hitungan medis tinggal 5 tahun lagi. Dan Berti tidak sendiri. Masih ada belasan bocah bernasib sama yang gw temui dengan penuh kasih dirawat para perawat baik hati nan sabar di :
YAYASAN SAYAP IBU - BINTARO
Jl. Cut Nyak Dien FF 2 No. 13
Bintaro Jaya - Sektor 6 Tangerang 15223
Ph: 021-7450329
Fx: 021-7450329

www.sayapibujakarta.org

Jadi kawans...Silakan Berlogika & Berbuat Sesuatu.
Ini tulisan awal. Tiada niat membuat kalian untuk Aborsi atau mencegah Kalian untuk Tidak hamil. INi semata soal Berbagi. Kalian Bebas untuk MemiliH.

Gw akan coba menuliskan informasi ini lagi dengan lebih kumplit di Blogpspot(mungkin).

Terimakasih sudah mau mampir, melongok barang sekejap.
Gw tau kalian peduli...

Love
Atik